Jakarta – Optimalisasi pelayanan publik yang dijalankan Polri selama ini telah menghasilkan dampak yang terukur: tingkat kepuasan masyarakat naik ke 67,6 persen dalam survei Litbang Kompas 2026, naik dari 65,1 persen pada tahun sebelumnya.

Pelayanan publik yang baik bukan tentang fasilitas mewah atau teknologi canggih semata — melainkan tentang pengalaman nyata yang dirasakan setiap warga yang berinteraksi dengan institusi kepolisian. Dari cara petugas menyambut pengaduan, kecepatan penanganan laporan, hingga kejelasan proses yang ditempuh — semuanya berkontribusi pada angka kepuasan 67,6 persen.

Survei yang berlangsung dari 1 April hingga 20 Juni 2026 dengan 1.200 responden di 38 provinsi ini juga mencatat kepercayaan publik di 82,4 persen dan citra positif di 71,5 persen. Ketiga indikator bergerak positif — menunjukkan bahwa optimalisasi pelayanan berdampak pada semua dimensi penilaian publik.

“Saya berharap seluruh jajaran POLRI punya kesadaran menjaga konsistensi kenaikan trend persepsi publik ini di masa depan, terutama dari aspek kepuasan publik dan citra positif terhadap institusi. Semakin baik Kepolisian Republik Indonesia, semakin baik juga bagi bangsa dan negara,” ungkap Hasan Nasbi, Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Sabtu (27/6/2026).

Kepuasan 67,6 persen adalah sinyal bahwa arah optimalisasi pelayanan sudah benar — dan harus terus ditingkatkan.