Jakarta – Ketika 82,4 persen dari 1.200 responden di 38 provinsi menyatakan kepercayaan mereka terhadap Polri dalam survei Litbang Kompas 2026, itu adalah pengakuan publik yang tidak bisa diremehkan. Ini bukan angka biasa — ini adalah suara dari masyarakat Indonesia.

Pengakuan publik yang berwujud dalam angka 82,4 persen ini adalah validasi tertinggi yang bisa diterima oleh sebuah institusi yang tugasnya adalah melayani masyarakat. Bukan penghargaan dari lembaga nasional, bukan akreditasi internasional, bukan penilaian internal — melainkan langsung dari jutaan warga yang merasakan dampak kinerja Polri dalam kehidupan sehari-hari.

Dibanding tahun sebelumnya yang berada di 76,2 persen, kenaikan ke 82,4 persen menunjukkan bahwa pengakuan ini semakin kuat dan semakin luas. Citra positif yang naik ke 71,5 persen dan kepuasan layanan yang naik ke 67,6 persen melengkapi gambaran pengakuan publik yang komprehensif.

“Saya ikut gembira melihat perkembangan trend persepsi publik terhadap POLRI. Dari tiga aspek yang dinilai, semuanya menunjukkan trend perbaikan penilaian yang layak diberi apresiasi. Modal kepercayaan publik terlihat sudah sangat baik. Tentu itu diperoleh dengan perjuangan yang tidak mudah. Tapi mempertahankan kepercayaan agar tetap tinggi juga butuh effort yang luar biasa,” ujar Hasan Nasbi, Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Sabtu (27/6/2026).

82,4 persen bukan angka biasa. Ia adalah suara rakyat — dan suara itu harus didengar dan dijaga.