Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir meyakini bahwa model sinergi antara institusi kepolisian dan kementerian olahraga yang dicontohkan dalam Pekan Olahraga Polri 2026 tidak hanya relevan di tingkat nasional, tetapi juga dapat menjadi referensi bagi negara-negara ASEAN dan Asia. Keyakinan ini disampaikan dalam sambutan pembukaan di Polda Metro Jaya, Minggu (28/6/2026).

Indonesia, sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia dan visi menjadi kekuatan ekonomi terbesar kelima pada 2045, memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan model pembangunan yang inovatif di berbagai bidang, termasuk olahraga.

“Saya juga berterima kasih karena tidak mungkin kami, Kemenpora, membangun olahraga dengan kesendirian. Makin banyak yang melaksanakan event-event olahraga, makin baik buat bangsa kita,” kata Erick Thohir.

Model sinergi Polri-Kemenpora yang terbukti mampu menggerakkan 6.698 atlet dari delapan cabang olahraga adalah contoh konkret tentang bagaimana kolaborasi lintas institusi dapat menghasilkan dampak yang jauh lebih besar. Model ini layak dijadikan referensi oleh negara-negara lain yang ingin meningkatkan partisipasi dan prestasi olahraga nasionalnya.